kota termahal di dunia- Rumah123.com Situs Pindah Rumah Asal Jerman, Movinga Menyatakan San Fransciso di Amerika Serikat Menjadi Kota dengan Biaya Hidup Termahal untuk Lajang Pada 2019 (Foto: Rumah123/Getty Images)

San Francisco dinobatkan menjadi kota dengan biaya hidup termahal di dunia pada 2019 untuk mereka yang masih lajang. Jakarta masuk peringkat 77.

Perusahaan jasa layanan pindah rumah asal Jerman, Movinga melakukan riset terbaru mengenai biaya hidup di sebuah kota. Movinga berdiri pada 2015 dan berkantor pusat di Berlin, Jerman.

Movinga melakukan riset bertajuk International Moving Price Index 2019. Riset ini bisa memberikan insight bagi mereka yang ingin pindah dan tinggal di sebuah kota.

Baca juga: Mau Tinggal di Kota Paling Nyaman Sedunia? Yuk, Pindah Rame-rame

Riset meneliti biaya hidup di 85 kota besar di seluruh dunia. Ada tiga hal besar yang diriset oleh Movinga yaitu masalah kebutuhan mendasar, akomodasi sementara, dan tinggal menetap secara permanen.

Kebutuhan mendasar mencakup transportasi, makan dan minum, serta tagihan telepon. Semuanya dihitung secara per bulan.

Untuk kategori akomodasi atau tinggal sementara yang dihitung adalah biaya sewa bulanan dan juga biaya penyimpanan per bulan. Terakhir, untuk kategori menetap secara permanen yang dikalkulasikan adalah uang jaminan, biaya sewa hunian per bulan, dan biaya langganan internet per bulan.

Baca juga: 20 Kota Termahal Buat Ekspatriat, Kamu Mau Kerja di Sini

Movinga menghitung biaya transportasi berdasarkan harga tiket transportasi umum yang ada di kota tersebut. Biaya makan dan minum sudah memperhitungkan makan fast food empat kali seminggu dan juga makan di restoran kelas menengah sebanyak tiga kali seminggu.

Untuk sewa hunian sementara, periset sudah memasukkan hunian yang memiliki free wifi, pemanas, televisi, dapur, dan mesin cuci.

 

San Francisco Menempati Posisi Pertama

San Francisco yang berada di negara bagian California, Amerika Serikat berada di posisi pertama kota dengan biaya hidup termahal di dunia pada 2019 untuk kaum lajang.

Orang membutuhkan USD 94 (Rp1,3 juta) per bulan untuk transportasi, USD 602 (Rp8,4 juta) untuk makan dan minun, dan USD 39 (Rp545 ribu) untuk langganan kuota smartphone. Kurs yang digunakan adalah Rp13.900-an.

Sementara untuk biaya sewa hunian, orang harus merogoh uang sekitar USD 1.644 (Rp23 juta) per bulan. Jika memilih tinggal secara permanen dan menyewa properti, dia harus mengeluarkan uang sebesar USD 3.135 (Rp43 juta) per bulan.

San Francisco memang menjadi salah satu kota dengan harga hunian termahal. Banyak generasi muda Amerika Serikat yang kesulitan membeli rumah di kota ini.

 

Sederetan Kota Besar Masuk Daftar Movinga Termasuk Jakarta 

Setelah San Francisco, Amerika Serikat ada sembilan kota besar lainnya yang masuk daftar sepuluh besar. Semuanya merupakan kota yang memang sudah dianggap kota mahal terutama dari harga properti yang selangit.

Posisi kedua hingga sembilan ditempati oleh New York (Amerika Serikat), Jenewa (Swiss), Hong Kong (China), Zurich (Swiss), Boston (Amerika Serikat), Dublin (Irlandia), Reykjavik (Islandia), Singapura, dan Los Angeles (Amerika Serikat).

Biaya setiap kategori memang beragam. Sebenarnya, ada sejumlah kota yang memiliki biaya transportasi lebih mahal dari San Francisco seperti London (Inggris) yang ada di posisi 18 dengan USD 171 (Rp2,3 juta) per bulan.

Jenewa mempunyai biaya hidup untuk makan minum jauh lebih mahal. Mereka yang tinggal di kota ini harus merogoh USD 823 (Rp11,5 juta) per bulan.

Jakarta yang merupakan ibu kota Indonesia masuk posisi 77 dari 85 negara. Movinga melansir biaya transportasi di Jakarta hanya USD 7 (Rp97 ribu).

Untuk biaya makan dan minum selama sebulan, hanya memerlukan biaya USD 261 (Rp3,6 juta) dan langganan telepon cuma USD 4 (Rp55 ribu).

Bagikan: 8416 kali