OK

10 Fakta Menara Saidah yang Penuh Kisah Mistis. Jarang Diketahui Orang

09/10/2022 by Dodiek Dwiwanto

menara saidah

Menara Saidah punya banyak cerita mulai kosong tidak ada penyewa, miring, hingga kisah horor yang seolah telah menjadi urban legend.

Bagi yang sering melewati Jalan Mas Tirtodarmo Haryono alias Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, pasti familiar dengan gedung yang satu ini.

Gedung ini berdesain ala Romawi dengan pilar-pilar berukuran besar, apalagi kalau bukan Menara Saidah. 

Menara Saidah ini sempat viral pada September-Oktober 2019 lantaran cerita horor yang terjadi. 

Kebetulan, gedung perkantoran ini memang sempat kosong cukup lama lantaran tidak ada penyewa. 

Bahkan, ada kabar yang menyatakan kalau bangunan pencakar langit ini miring karena kesalahan saat konstruksi. 

Situs properti Rumah123.com akan memaparkan sejumlah fakta unik mengenai Menara Saidah.

Rumah123.com mengolah fakta unik dari berbagai sumber terutama dari sejumlah laman berita online

tampilan depan menara saidah

Sumber: Menit.co

10 Fakta Unik Menara Saidah 

1. Nama Awal Menara Saidah Adalah Gedung Gracindo 

Awalnya, bangunan perkantoran ini bernama Gracindo.

Pembangunannya menghabiskan waktu selama tiga tahun mulai 1995 hingga 1998. 

Bangunan pencakar langit pertama bagi kontraktor Hutama Karya.

Sejumlah laman berita melansir bahwa biaya pembangunan Gedung Gracindo ini menelan biaya hingga Rp50 miliar. 

2. Berdesain Romawi 

Bangunan pencakar langit ini berdesain klasik Romawi dengan pilar-pilar berukuran besar di depannya. 

Selain itu, ada sejumlah patung bergaya Romawi di depan dan juga di dalam bangunan tersebut. 

Lantai gedung ini merupakan marmer.

Kontraktor mengimpornya yang langsung dari Italia sekaligus menunjukkan kemegahan gedung. 

3. Pemilik Awalnya Mustika Ratu

Semula, kepemilikan gedung bertingkat ini atas nama Mustika Ratu, perusahaan kosmetika yang dimiliki oleh Mooryati Sudibyo. 

Pada 1995, gedung ini memasuki tahap lelang dan kepemilikan pun berpindah dari Mustika Ratu ke keluarga Saidah Abu Bakar Ibrahim. 

Lantas nama gedung perkantoran ini berubah dan namanya menjadi Menara Saidah.

Orang mengenal nama tersebut hingga sekarang. 

Selain itu, jumlah lantainya pun bertambah dari awalnya hanya 15 menjadi hampir dua kali lipat yaitu 28. 

4. Keluarga Suami Inneke Koesherawati Mengelola Gedung  

Putra kelima Saidah yaitu Fajri Setiawan mengelola gedung perkantoran ini dan kemudian beralih ke saudaranya. 

Putra Saidah lainnya, Fahmi Darmawansyah yang juga seorang pengusaha muda menangani pengelolaan gedung. 

Fahmi adalah suami dari artis Inneke Koesherawati, seorang aktris dan juga bintang film dewasa yang sekarang sudah hijrah. 

Saat ini, Fahmi meringkuk di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat lantaran terjerat kasus korupsi Bakamla (Badan Keamanan Laut).

Lantas Fahmi juga tersandung dalam kasus lainnya yaitu penyuapan terhadap Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin. 

5. Menara Saidah Kosong Sejak 2009

Setelah pembangunan selesai dan juga berganti kepemilikan, sejumlah perusahaan dan lembaga menjadi penyewa Menara Saidah. 

Beberapa penyewa di antaranya adalah BNI, ANTV, serta Kementerian Negara Percepatan Pembangunan Wilayah Timur Indonesia juga pernah berkantor di sini. 

Kementerian ini berganti nama tiga kali sejak Presiden Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo

Saat ini, kementerian ini bernama Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal, dan Transmigrasi.

Detik.com melansir bahwa gedung ini pernah memiliki 34 tenant yang menyewa gedung, namun sejak 2009, gedung ini kosong.

Lantaran tidak dikelola dengan baik, penyewa memilih pergi, hal ini menjadi penyebab kenapa gedung pencakar langit ini kosong. 

menara saidah di jalan mt haryono

Sumber: CNBCIndonesia.com

6. Menara Saidah Miring

Sudah cukup lama, Menara Saidah diklaim miring namun kontraktor Hutama Karya membantahnya pada 2013. 

Situs berita online CNBCIndonesia.com melansir pernyataan Kepala Dinas Cipta Karya, Pertanahan, dan Tata Ruang DKI Jakarta, Heru Hermawanto pada 2019.

Heru membantah kalau Menara Saidah miring dan menyatakan struktur bangunan masih dalam kondisi bagus. 

7. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Meminta Menara Saidah Dikelola

Heru juga menyatakan pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sempat meminta agar pengelola gedung ini merawat dan mengoperasikan serta tidak membiarkan kosong.

Dia mengatakan mungkin masalah internal dalam keluarga pemilik yang menyebabkan pengelolaan gedung ini tidak berjalan lagi. 

Kondisi gedung ini memang memprihatinkan dan terbengkalai lantaran tidak ada perawatan pengelola gedung. 

Untuk mengelola gedung ini kembali, pemilik memang harus mengurus SLF (Sertifikat Laik Fungsi). 

8. Proyek LRT Jabodebek Ambles di Depan Menara Saidah

Pada Oktober 2017, ada bagian proyek LRT Jabodebek yang ambles persis di depan Menara Saidah tetapi gedung ini dinyatakan aman.

CNNIndonesia.com melansir pernyataan Corporate Secretary PT Adhi Karya Ki Syahgolang Permata. 

Syahgolang menyatakan longsor hanya terjadi pada dinding penahan tanah di depan pagar gedung yang masuk ke area pekerjaan proyek LRT. 

Dia memastikan insiden ini tidak berdampak kepada bangunan gedung dan juga lalu lintas di sekitarnya. 

9. Sempat Akan Diambil Pemprov DKI

Kompas.com melansir pada 2016, Pemprov DKI Jakarta sempat berencana untuk mengambil alih pemanfaatan gedung ini. 

Warga yang tinggal di sekitar bangunan ini mengetahui rencana tersebut dan berharap agar ada renovasi ulang. 

Mereka berharap kalau gedung kembali beroperasi maka ada dampak positif kepada warga ketimbang dalam keadaan kosong. 

Namun, upaya ini tidak berjalan, renovasi terhenti setelah hanya berjalan selama dua bulan saja. 

10. Penuh Cerita Horor

Kisah lain soal gedung ini adalah cerita horor setelah netizen membicarakannya via media sosial.

Sederetan kisah horor atau mistis terjadi di Menara Saidah, ya bisa dikatakan menjadi urban legend

Itulah fakta-fakta terkait menara Saidah yang perlu kamu ketahui.

***

Semoga ulasan ini bisa memberikan manfaat bagi Property People.

Jangan lupa membaca artikel Rumah123.com untuk mendapatkan informasi yang menarik mengenai properti hingga gaya hidup.

Kamu juga bisa mengikuti Google News dari Rumah123.com untuk memperoleh update serupa.

Laman ini juga memudahkan bagi para pencari properti dan lainnya karena Rumah123.com memang #AdaBuat Kamu.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi, hanya di Rumah123.com.

Kalau kamu sedang mencari rekomendasi properti untuk tempat tinggal atau investasi, pilihan terbaik adalah Padina Soho and Residence.


Tag: , , ,


Dodiek Dwiwanto

Dodiek Dwiwanto

Penulis sekaligus Editor Rumah123.com. Hobi menonton tayangan desain rumah dan gaya hidup di HGTV saat senggang.

Lagi mencari tahu dan belajar soal investasi saham properti dan crowdfunding. Siapa tahu jadi investor.