Foto: Rumah123/iStock
 

Kamu sedang dalam masa menjual rumah atau properti yang lain? Udah banyak calon pembeli yang melihat-lihat, tapi belum laku-laku juga? Mungkin calon pembeli dapat kesan kurang baik saat mereka berkunjung ke propertimu itu. Makanya, rumah atau properti yang ingin kamu jual usahakan selalu dalam kondisi baik. Pasalnya, calon pembeli harus mendapatkan kesan yang baik agar tertarik membeli.

Apa aja sih yang sebenarnya perlu kamu lakukan agar calon pembeli mendapat kesan yang baik terhadap propertimu?

 Bersihkan Properti

Sebelum janjian ketemuan sama calon pembeli, bersihkan halaman, teras, maupun lantai di dalam rumah agar terlihat bersih dan rapi. Kesan baiknya di mata calon pembeli, rumah atau propertimu terawatt baik. Pastikan kaca jendela gak ada yang rusak. Periksa juga kalau-kalau ada serangga atau hama yang bersarang di kusen pintu maupun jendela dan plafon.

Baca juga: Halaman dan Taman Depan Tuh yang Pertama Dilihat Pembeli Rumah Lho!

Perabotan dalam Kondisi Baik  

Kalau kamu menjual propertimu berikut perabotannya, pastikan kondisi perabotan tersebut dalam kondisi baik. Sofa, meja, kursi, lemari dapur, rak, dan laci, semua dalam keadaan bersih dan rapi. Kalau tersedia Air Conditioner (AC) dan peralatan elektronik lainnya, pastikan juga berfungsi dengan baik. Lakukan reparasi kalau peralatan tersebut rusak, atau ganti dengan yang baru jika diperlukan. Kalau gak, jangan diperlihatkan kepada calon pembeli.

Cat Ulang

Sangat disarankan untuk mengecat ulang properti yang kan kamu jual. Selain untuk menghilangkan kesan kusam, kamu juga bisa menutupi lubang atau cacat di dinding, maupun di plafon. Pastikan daun pintu, kunci dan pagar semuanya sudah dicat ulang jika sudah terkesan kusam.

Baca juga: Mau Jual Rumah? Bikin Calon Pembeli Terkesan pada Pandangan Pertama

Copot Semua Wallpaper

Gak semua orang suka wallpaper, lebih-lebih kalau warna atau motifnya bukan selera mereka. Jadi, lebih baik copot dan bersihkan semua wallpaper kalau ada.

‘Amankan’ Hewan Peliharaan dan Bau

Gak semua orang suka hewan peliharaan. Jadi, kalu kamu punya binatang peliharaan, pastikan hewan itu gak ada di dalam rumah saat calon pembeli berkunjung.

Lenyapkan Semua Bau Gak Sedap

Jangan biarkan ada bau gak sedap, baik yang berasal dari hewan peliharaan, bekas asap rokok, atau bau yang lainnya. Semprot ruangan dengan pengharum atau buka ventilasi dan jendela rumah agar sirkulasi udara lancar, sehingga segala bau gak sedap mengalir ke luar rumah.

Baca juga: 53 Persen Pembeli Hunian Ga Masalah Kalau Beli Rumah Berukuran Kecil

 Bikin Semua Ruangan Cukup Cahaya

Kalau ada ruangan di rumah yang kurang cahaya, calon pembeli mungkin gak tertarik. Maka, persiapkan pencahayaan yang cukup di semua ruangan rumah sebelum calon pembeli berkunjung. Termasuk mengatur sinar matahari, membuka tirai dan jendela, dan menyalakan lampu. Efek pencahyaan yang bagus kadang juga bisa kita dapat dari mengecat ulang dinding ruangan.

Kebersihan Kamar Mandi itu Sangat Menentukan

Ada calon pembeli yang memeriksa kondisi kamar mandi pada kesempatan pertama berkunjung. Kesan pertama yang baik mungkin gak tersimpan di memori calon pembeli kalau melihat kamar mandi yang kotor dan jorok.

Baca juga: Pagar Terlihat Cantik, Rumah Pun Terkesan Indah

Fleksibelitas Waktu Kunjungan

Bersikaplah lebih fleksibel terhadap waktu kunjungan calon pembeli. Ada calon pembeli yang mungkin akan berkunjung di waktu-waktu yang tidak umum. Sebisa mungkin, upayakan kunjungan mereka menjadi pengalaman yang baik. Semakin banyak kunjungan, semakin banyak tawaran yang akan kamu dapatkan.

Ramah Menghadapi Calon Pembeli

Sapa mereka dengan ramah dan undang calon pembeli untuk melihat-lihat kondisi rumah. Kalau mereka bersama agen properti, biarkan si agen properti yang menjelaskan tentang rumahmu kepada calon pembeli. Jangan bersikap tegang atau kaku saat calon pembeli ada di dalam rumahmu. Keramahan kamu sebagai penjual rumah akan membuat mereka merasa nyaman. Usahakan gak ada ruangan yang kamu larang untuk dilihat calon pembeli saat kunjungan.

*

Bagikan: 338 kali